Selain kaya akan bahan tambang, Indonesia juga memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, diantaranya mikroorganisme. Penelitian Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa dari IPB menunjukkan, mahluk hidup terkecil yang akrab disebut bakteri ini, dapat memberikan kontribusi besar bagi industri pertambangan lewat penerapan bioteknologi. Pengolahan limbah dan peningkatan produksi yang sudah diuji coba, terbukti dapat menghemat waktu dan biaya hingga 90%.
Lebih jauh Andreas dan timnya juga mengaku siap mengolah limbah tambang mineral yang mmengandung merkuri dan krom. Bahkan dari uji coba yang telah dilakukan, limbah merkuri tambang dapat dikurangi sebanyak 98,5 % dalam waktu 30 menit. "Teknologi kami juga terbukti mampu menjinakkan air asam tambang milik PT.Tambang Batubara Bukit Asam ( PTBA )," tambahnya.
Bukan hanya itu, lewat bioteknologi juga bisa dilakukan Desulfurisasi batubara, sehingga kualitasnya meningkat. Andreas juga telah menemukan bakteri yang dapat mengolah mineral - mineral kadar rendah menjadi ekonomis.